Taruhan Bola Sbo – Alonso di Balik Membaiknya Performa Madrid

Di awal musim ini performa Real Madrid naik turun dengan sangat tidak stabil dan mendapat kritik dari luar rumput hijau. Tapi perlahan Los Merengues sudah membaik dan itu semua karena kembali hadirnya Xabi Alonso di Real Madrid.

Membeli Gareth Bale, Isco, Asier Illarramendi, dan Dani Carvajal, Madrid awalnya tak bisa memasangkan pemain baru dengan pemain-pemain lama . Sudah begitu di tambah lagi Carlo Ancelotti juga belum lama menangani tim Real Madrid itu menjadi kendala bagi mereka.

Jadilah Madrid sempat terseok-seok di awal musim dan tertinggal lumayan jauh dari Barcelona serta Atletico Madrid yang terus tampil sempurna. Bahkan ketika bertemu dua rivalnya itu, Los Blancos menelan kekalahan.

Tapi perlahan Madrid mulai menanjak penampilannya dan sejak kalah dari Barca, tim asal ibukota itu menyapu bersih lima laga dengan kemenangan dan cetak 24 gol.

Selain soal ketajaman Cristiano Ronaldo dan juga mulai nyetel-nya Bale, satu faktor penting mengapa Madrid mulai membaik adalah kepulihan Alonso, yang absen sejak bulan Mei lalu karena menjalani dua kali operasi, yakni pangkal paha dan patah metatarsal.

Alonso mulai bermain di laga kontra Sevilla sebagai pemain pengganti dan setelahnya pemain 32 tahun itu selalu menjadi pilihan utama Ancelotti, yang memberikan keseimbangan bagi permainan menyerang Madrid.

“Aku bisa bilang bahwa Alonso adalah kunci dari semua ini. Dia adalah pemain penting untuk tim ini dan kualitas serta pengalamannya begitu vital,” ujar Ancelotti kepada esRadio seperti dilansir Football Espana.

“Dia punya kemampuan untuk melihat permainan secara luas dan aku melihat diriku dalam dirinya, meskipun jika aku harus membandingkan diriku, kualitas umpannya lebih baik. Dia pelan seperti diriku tapi tekniknya luar biasa dan tidak punya masalah dengan umur,” sambungnya.

“Coba lihat (Andrea) Pirlo yang mirip-mirip dengannya. Di umur 35 tahun dia masih tampil baik dan umur tak jadi masalah di posisi itu, meski posisi lain pun bisa melakukannya. Di bek kanan misalnya, anda harus dalam kondisi yang bagus dan puncak penampilan,” sambungnya.

“Di tengah lebih soal skill, intelejensia, pengetahuan taktik, dan bukan soal fisik.”