Agen Judi Online – SAS Kejar Rekor Gol Duet Hunt-St John

Agen Judi Online – Ketajaman duet Luis Suarez dan Daniel Sturridge musim ini jadi tumpuan Liverpool untuk bisa finis empat besar. Tak hanya tiket Liga Champions, duet berjuluk SAS itu juga mengejar rekor gol milik duet legenda ‘Si Merah’.

Suarez dan Sturridge total sudah bikin 37 gol di antara keduanya musim ini, di mana Suarez jadi topskorer sementara dengan 23 gol dan Sturridge menguntit di posisi ketiga dengan 14 gol.

Torehan gol itu hanya dicapai dalam 35 penampilan bersama di Premier League dan dengan masih tersisa 14 pekan lagi, terbuka lebar keduanya menambah gol sebanyak mungkin demi mempertahankan posisi The Reds di empat besar.

Dengan tekanan hebat dari Everton dan Tottenham Hotspur, boleh jadi SAS akan terpacu untuk terus mempertajam torehan gol mereka. Selain itu SAS juga mungkin akan melewati rekor-rekor duet striker legendaris yang pernah dimiliki klub itu.

Terakhir kali Liverpool punya dua striker top adalah di musim 1995/1996 saat Robbie Fowler dan Stan Collymore mencetak total 42 gol di mana Fowler bikin 28 gol sementara Collymore punya 14 gol.

Tak hanya pasangan Fowler-Collymore, SAS juga bisa melewati pasangan John Barnes (22) dan Ian Rush (18 gol) yang total bikin 40 gol di musim terakhir Liverpool jadi juara liga tahun 1990.

Dua musim sebelumnya ada juga John Aldridge dan Peter Beardsley yang total bikin 41 gol di antara keduanya. Pasangan top lainnya adalah Rush dengan Kenny Daglish yang juga bikin total 41 gol di musim 1982/1983.

Dengan rataan 1,2 gol per laga dari Suarez dan 0,875 gol per laga dari Sturridge, bukan tak mungkin keduanya akan melewati total 52 gol duet Roger Hunt (31 gol) dan Ian St John (21 gol) yang diciptakan musim 1963/1964, jika SAS mampu menjaga rasio mencetak golnya.
“Tugas mereka adalah membuat peluang dan mencetak gol-gol. Mereka kini melakukannya dengan sangat baik,” ujar manajer Liverpool, Brendan Rodgers, kepada ECHO.

“Keduanya punya talenta luar biasa tapi mereka bukan tipe duet striker seperti biasanya,” sambungnya.

“Mereka berdua pemain berbeda yang cocok dengan sistem main kami. Kami punya dua pemain yang punya kualitas berbeda. Keduanya punya hasrat mencetak gol tapi mereka bukan seperti duet yang sudah-sudah.”

“Saya melihat keduanya sangat bertalenta yang kami cari untuk dimasukkan ke dalam struktur tim ini. Tugas saya adalah membuat mereka cocok dengan tim ini,” tutup Rodgers.